Arsip

Posts Tagged ‘shalat untuk ketenangan jiwa’

Shalat Ciri Pemerintahan Manusia Saleh

April 13, 2011 Tinggalkan komentar

Mendirikan shalat adalah di antara ciri menonjol pemerintah orang-orang saleh. Shalat merupakan rukun agama Islam. Untuk itu, masyarakat sudah sepatutnya menaruh perhatian lebih pada shalat yang mempunyai posisi sentral dan signifikan dalam Islam. Mengenal spiritual, kenikmatan dzikir dan daya tarik yang terselubung dalam ruku dan sujud shalat dapat menjernihkan jiwa manusia.

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, “Shalat adalah jembatan penyeberang utama bagi suluk manusia di jalan yang ditetapkan agama-agama ilahi untuk menuju tujuan utama kehidupan, yakni ketakwaan serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Shalat merupakan langkah pertama menuju Tuhan. Akan tetapi kapasitas ibadah ini dapat mengepakkan sayap manusia ke langit di puncak kesempurnaannya. Oleh karena itu, manusia paling sempurna di dunia, Rasulullah Saw bersabda, “Shalat adalah cahaya mataku.” Saat waktu shalat tiba, Rasulullah Saw meminta muadzin saat itu, Bilal, supaya mengumandangkan adzan yang dapat menciptakan ketenangan dan ketenteraman diri. Bahkan bisa dikatakan bahwa tidak ada kekuatan ibadah yang dapat membuka dan mendorong tahap-tahap kesempurnaan spiritual manusia selain shalat.”

Baca selanjutnya…

Pengaruh Agama Pada Jiwa dan Psikologis Manusia

Februari 23, 2011 Tinggalkan komentar

Dewasa ini, pembahasan mengenai agama dan pengaruh-pengaruhnya yang signifikan terhadap berbagai sisi kehidupan, merupakan sebuah topik yang banyak dibicarakan. Meskipun terdapat berbagai gambaran dan deskripsi mengenai agama, kehadiran agama dalam berbagai bidang, seperti politik, sosial, dan kemasyarakatan semakin hari semakin meluas, sehingga agama menjadi pusat perhatian banyak pihak.

Hingga kini, para ahli psikologi dan kejiwaan telah melakukan berbagai usaha di bidang, pengobatan penyakit-penyakit jiwa dan psikologis. Meskipun telah dilakukan berbagai metode medis yang mampu mencegah munculnya berbagai penyakit kejiwaan tersebut. Sebagian penelitian menunjukkan bahwa rata-rata orang-orang yang telah menjalani terapi pengobatan kejiwaan masih belum mencapai tingkat kesembuhan yang memuaskan. Sekelompok peneliti juga berusaha mencari jalan agar berbagai penyimpangan perilaku akibat penyakit kejiwaan tidak meluas dalam masyarakat, namun hingga kini mereka masih belum berhasil menemukan jalan tersebut.

Baca selanjutnya…