Negara Sekuler Punya UU Anti Miras, Kapan Indonesia?

Konstitusi Indonesia Pasal 29 ayat 1 UUD 1945 menyebutkan bahwa negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya kehidupan masyarakat di dalamnya terbentuk dalam bingkai ajaran agama. Secara ideal sebagai negara yang beragama, akan lebih mudah mengatur perkembangan minuman keras (miras) yang setiap saat dapat mengancam jiwa manusia. Ajaran setiap agama pasti sepakat bahwa keberadaan minuman keras dapat mengancam jiwa manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun kenyataan yang ada, negara kita sampai sekarang belum dapat membuat payung hukum tentang undang-undang anti-miras/alkohol. Hal ini tidak lepas dari banyaknya kepentingan politik yang ada di dalamnya.

Perlu disadari bahwa adanya tuntutan masyarakat untuk membuat peraturan hukum/undang-undang tentang anti-minuman keras, jangan disalah-artikan bahwa itu adalah keinginan/kepentingan sebagian umat Islam dalam rangka menerapkan syariat Islam. Tuntutan dibentuknya UU tentang anti-minuman keras lebih dikarenakan bahaya minuman keras itu sendiri dalam kehidupan manusia.

Sebagai contoh di Amerika Serikat meskipun pemerintah AS tidak merujuk pada agama Islam, Presiden Reagan (1986) telah melakukan kampanye anti-miras (say no to alcohol) dan memberlakukan UU anti miras yang pada intinya berupa pelarangan dengan kekecualian.

Memang sungguh dilematis di negeri kita ini, dalam konstitusi menegaskan sebagai negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun dalam menyikapi perkembangan tentang minuman keras pemerintah tidak dapat berbuat apa-apa. Perkembangan minuman keras tidak hanya menjadi ancaman bagi umat Islam yang secara tegas mengatur di dalam kitab sucinya. Namun minuman keras merupakan ancaman bagi seluruh masyarakat dunia, karena banyak membahayakan dan memakan korban jiwa manusia.

Sebagai contoh misalnya, dampak miras di AS (Cahalan dan Cisin, 1987): a) 1/3 kecelakaan lalu-lintas disebabkan oleh pengemudi di bawah pengaruh miras; b) Kecelakaan lalu-lintas tersebut menyebabkan kematian sebanyak 25.000 jiwa setiap tahunnya; c) Tercatat kematian 15.000 jiwa setiap tahunnya yang berkaitan dengan pembunuhan atau bunuh diri di bawah pengaruh miras; d) Tercatat kematian 20.000 jiwa setiap tahunnya yang  berkaitan dengan komplikasi medik yaitu penyakit hati (cirrhocis hepatic) yang disebabkan oleh konsumsi miras; e) 40 juta anak/suami/istri menanggung derita mental karena salah satu atau lebih anggota keluarganya menderita ketergantungan miras; f) Setiap tahunnya terdapat 5 juta kasus penahanan yang dilakukan oleh polisi yang berkaitan dengan konsumsi miras; hal ini merupakan 50% dari kasus penahanan oleh pihak kepolisian.

Contoh lain juga dialami oleh negara tetangga yaitu di Thailand. Biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah akibat kecelakaan lalu-lintas di bawah pengaruh miras mencapai US$ 4 miliar per tahun, yang merupakan 16% dari APBN atau 2,8 kali dari dana Departemen Kesehatan Masyarakat. Antara tahun 1989 dan 1994 kematian akibat kecelakaan lalu-lintas (di bawah pengaruh miras) meningkat sampai 170%; 30% tempat tidur di rumah sakit dihuni oleh pasien-pasien akibat kecelakaan lalu-lintas tersebut di atas.

Nah, jika negara-negara sekuler dan bukan mayoritas Muslim saja sudah menyadari akan bahayanya alkohol sehingga mereka membuat aturan peredarannya, lantas kapan Indonesia memulai? Apa masih menunggu jatuhnya banyak korban jiwa lagi yang diakibatkan oleh miras oplosan? Wallahu ‘alam

  1. boby erge
    April 8, 2011 pukul 10:55 pm

    undang-undang miras memang membingungkan, negara tidak memberi izin peredaran miras tapi negara memberi izin produksi miras. hal itu tidak bisa dihentikan karna negara butuh masukan pajak dari miras yang cukup menggiurkan yaitu 300%, tak lain uang tersebut adalah untuk menggaji para pns yang makin sini makin naik gajinya dan makin banyak peminatnya.dengan dimanjanya pns maka pihak-pihak tertentu di pemerintahan bisa tetap mempertahankan kursinya. semoga allah mengganti kursi mereka dengan api neraka secepatnya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: