Hikmah Kematian

April 2, 2011 Tinggalkan komentar

Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?

Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57). Tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.
Baca selanjutnya…

Cairan Ajaib: Air Susu Ibu

April 2, 2011 Tinggalkan komentar

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya;  ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)

Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini.

Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar.
Baca selanjutnya…

Sikap Memaafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

April 2, 2011 Tinggalkan komentar

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)

Dalam ayat lain Allah berfirman: “…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)

Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur’an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:

… dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)

Juga dinyatakan dalam Al Qur’an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. “Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (Qur’an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, “…menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)

Baca selanjutnya…

Panduan Al-Qur’an Dalam Mengenal Musuh

Maret 27, 2011 Tinggalkan komentar

Gelombang kebangkitan Islam dalam skala luas di Dunia Islam saat ini adalah hal baru yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Fenomena ini adalah contoh dari puncak kemarahan umat manusia terhadap kezaliman yang telah menindas kehidupan mereka. Kaum arogan selama ini dengan semena-mena mengganggu kehidupan sosial, budaya, politik dan ekonomi bangsa-bangsa di dunia dan menciptakan atmosfir kelabu dalam kehidupan dunia yang tidak sejalan dengan fitrah manusia. Karena itu, saat fitrah tergugah kesannya akan sangat mendalam dan mendatangkan kebaikan diantaranya adalah dengan munculnya semangat kebencian terhadap kaum durjana dan boneka-boneka mereka. Inilah yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini.

Baca selanjutnya…

Menolak Hukum Allah dan Mengabaikan Kewajiban Sholat

Maret 27, 2011 Tinggalkan komentar

Setiap tanggal 27 Rajab biasanya ummat Islam segera teringat peristiwa Isra Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiWasallam limabelas abad yang lalu. Memang, peristiwa diperjalankannya hamba Allah dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsho di Baitul Maqdis kemudian menembus tujuh lapis langit hingga berjumpa langsung dengan Allah SWT di Sidratul Muntaha merupakan sebuah kejadian menakjubkan dan penuh mukjizat. Apalagi sepulang dari perjalanan itu Nabi Shallallahu’alaihiWasallam membawa perintah Allah SWT agar dirinya dan ummat Islam menegakkan kewajiban sholat lima waktu sehari semalam. Inilah umumnya yang diingat oleh kita ummat Islam setiap kali memasuki bulan Rajab.

Baca selanjutnya…

Ketertiban itu “Made in Japan”

Maret 15, 2011 Tinggalkan komentar

Sewaktu Jepang masih menjadi bangsa yang menjajah Indonesia, mungkin pikiran kita mengatakan Jepang itu bangsa yang biadab dan bengis. Hingga masa 3,5 tahun penjajahan Jepang dirasakan lebih menderita ketimbang 3,5 abad penjajahan Belanda. Tetapi kultur masyarakat Jepang dewasa ini sangat berbeda jauh dengan apa yang kita pikirkan. Masyarakat Jepang ternyata bias menempatkan dirinya sebagai salah satu bangsa yang berbudaya tinggi di segala aspek kehidupannya. Baik di level politik maupun sosial.

Dalam hal kebersihan masyarakat Jepang sudah jauh lebih beradab dari masyarakat Indonesia. Pada kesantunan politik pun demikian sama. Hingga bila ada seorang tokoh politik Jepang yang merasa tidak mampu menjalankan amanah tidak malu mengundurkan diri. Atau lebih ekstrim lagi melakukan bunuh diri. Ini mengindikasikan budaya malu sudah tertanam kuat pada kultur masyarakat Jepang. Budaya malu seperti yang 15 abad lalu ditanamkan oleh Nabi Muhammad saw, nabinya umat Islam. Dan Islam adalah agama mayoritas di Indonesia.

Untuk membuktikan bahwa bangsa Jepang memang bangsa yang tertib, kita bisa melihat dari peristiwa pasca gempa dan tsunami yang beberapa hari lalu menimpa mereka. Dikabarkan bahwa musibah yang menelan sekitar 15 ribu jiwa tewas itu, belum lagi ancaman kebocoran reactor nuklir yang sudah di depan mata, ditambah sulitnya mendapat makanan dan air bersih, tapi toh masyarakat Jepang terlihat sangat santai dan seolah tak terjadi apa-apa.

Baca selanjutnya…