Arsip

Archive for the ‘Mutiara Hati’ Category

Sisi Romantis Rasulullah SAW

April 16, 2011 Tinggalkan komentar

Syariat Islam diturunkan melalui tangan Muhammad SAW. Bukanlah malaikat, melainkan beliau seorang manusia biasa seperti kita.  “Katakanlah, Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. ( QS Al Kahfi [18] : 110).

Dengan tuntunan wahyu tersebut Rasulullah SAW dinobatkan oleh Allah SWT sebagai suri tauladan. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al Ahzab [33] : 21).

Oleh karenanya dalam segala aspek kehidupan Rasullah saw menjadi contoh baik bagi kita. Termasuk dalam masalah rumah tangga.
Baca selanjutnya…

Allah SWT Tempat Bergantung

Maret 15, 2011 Tinggalkan komentar

Dikisahkan bahwa Nabi Sulaiman as ketika urusan dunia telah dilapangkan kepadanya seluas-luasnya dan ia mengatur manusia, bangsa jin, hewan buas, dan burung-burung, bahkan ia pun telah mengatur seluruh angin, lagi pula ia berpribadi mulia, lalu Nabi Sulaiman as memohon izin kepada Allah SWT untuk memberi rizki kepada seluruh makhluk yang biasa memperoleh rizki dari Allah, dalam jangka waktu setahun penuh. Kemudian Allah SWT pun mengabulkan permohonan nabiNya itu dengan berfirman: “Sungguh engkau tidak akan mampu.” Namun dijawab oleh nabi Sulaiman as, “Maka luluskanlah bagiku barang sehari saja”.

Kemudian Allah SWT mengabulkan permohonan nabi Sulaiman as untuk memberi rizki kepada makhluk dalam sehari saja. Alkisah, setelah resmi surat izin turun dari Allah SWT, mulailah Nabi Sulaiman menguasai seluruh bawahannya, baik dari umat manusia maupun bangs jin, supaya mendatangkan segenap makhluk yang menetap di atas bumi.

Baca selanjutnya…

Hikmah Di Balik Kesulitan

Maret 1, 2011 Tinggalkan komentar

Sesungguhnya pada diri manusia tersimpan potensi dan bakat untuk mencapai kesempurnaan yang pantas. Namun potensi itu tak akan teraktualisasi tanpa adanya latihan-latihan. Misalnya, sebagaimana pertumbuhan dan kekuatan fisik terjadi dalam latihan-latihan berat, dan orang yang ingin mendapatkan kekuatan fisik yang lebih besar konsekuensinya harus berlatih lebih banyak dan lebih keras lagi. Demikian pula pertumbuhan dan kesempurnaan rohani diperoleh dengan memasuki dan menanggung kesulitan dan kesukaran. Dengan sarana itu, bakat manusia yang dikaruniakan Tuhan berubah menjadi realitas.

Dalam bahasa al Qur’an, mempersiapkan lahan bagi praktik kerohanian disebut “ujian”. Ibtila, imtihan, fitnah, dan ungkapan-ungkapan lains emacam itu yang telah ditunjukkan dalam al Qur’an menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi pada manusia adalah karena perencanaan dan takdir Illahi.

Kenyataannya, apa yang disebut “ujian” dalam bahasa Al Qur’an adalah juga pembinaan. Dalam hal ini, kita dapat menamakan dunia sebagai tempat pembinaan di samping tempat pengujian. Karena, bakat-bakat manusia dibina di dunia ini dan kemampuan potensialnya diwujudkan.

Baca selanjutnya…

SELALU MERASA CUKUP

Juni 27, 2010 1 komentar

Salah satu faktor terpenting dari kedamaian dan kebahagiaan manusia adalah sikap Qana’ah (merasa cukup dengan apa adanya) terhadap rezeki dan nikmat yang telah dterima, sikap itu berfungsi untuk meminimalisir kerakusan dan ketamakan diri yang kerap kali menimbulkan rasa iri, benci, dan putus asa ketika apa yang diharapkan tidak kunjung diraih.
Rasulullah saw. Sebagai qudwah hasanah telah mencontohkan sifat mulia itu dalam kehidupan beliau sehari-hari, itu dapat dilihat dari pola hidup beliau yang sangat sederhana akan tetapi kehidupan yang demikian itu selalu disyukuri, hal itu diperkuat oleh wasiat yang disampaikan kepada para sahabat yang berbunyi “bukamlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, akan tetapi kaya itu adalah kaya jiwa” (HR. al-Saukani dan Tirmidzi)

Baca selanjutnya…

RUGI YANG SESUNGGUHNYA

Juni 27, 2010 Tinggalkan komentar

Besar atau kecil perbuatan baik dan buruk yang dilakukan manusia pasti akan mendapatkan  balasannya, begitulah Allah menjelaskannya dalam al-Qur’an “Barang siapa yang melakukan kebaikan meskipun sebesar biji zarrahpun dia akan melihatnya dan barang siapa yang melakukan kejahatan meskipun sebesar biji zarrah dia akan melihatnya pula” (al-Zilzalah: 7-8)
Diantara kesalahan yang seringkali terjadi pada manusia dan kesalahan itu acapkali dianggap ringan, namun pada hakekatnya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perbuatan yang lain adalah, sikap terbiasa menganggap remeh kesalahan-kesalahan kecil, orang terbiasa berdusta, melecehkan, menghina, ghibah, mengambil hak orang lain dan lain sebagainya. Sikap inilah yang kemudian dikomentari oleh Rasulullah Saw, sebagai sikap orang-orang yang paling merugi diakhirat.

Baca selanjutnya…

PEMIMPIN SEDERHANA

Juni 27, 2010 Tinggalkan komentar

Umar bin Abdul Aziz adalah salah seorang khalifah dari bani Umayyah, ia dilahirkan dalam keluarga yang kaya dan sangat berkecukupan, namun ketika ia menjadi penguasa disaat kekayaan dunia datang kepadanya dengan terbuka, ia tidak meraupnya dengan rakus akan tetapi beliau malah meninggalkannya, maka tidak salah bila Malik bin Dinar menjulukinya sebagai penguasa yang zahid. Hal itu terbukti dari gaya hidup sehari-hari Umar bin AbdulAziz yang terlihat sangat sederhana, bahkan dalam sebuah kisah dikatakan bahwa kehidupannya tidak mencerminkan akan posisinya sebagai seorang penguasa.

Baca selanjutnya…

ORANG PALING BANGKRUT

Juni 27, 2010 Tinggalkan komentar

Didalam mengarungi kehidupaan dunia ini manusia seringkali lupa bahwa apapun yang dilakukan baik kecil maupun besar, semuanya tidak akan luput dari pengetahuan dan pengawasan sang khaliq. Baik buruknya hasil yang akan diterima pada hari pembalasan kelak tergantung kepada besar dan kecilnya kadar amalan yang dilakukan, sebagaimana yang dilansir oleh Allah dalam salah satu firmannya “barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya”. (QS: Al-Zilzalah/7-8)

Baca selanjutnya…