Beranda > Al Islam, Peristiwa > Materialisme dan Gerakan Al Kahfi

Materialisme dan Gerakan Al Kahfi

Orang-orang kafir adalah mereka yang mengingkari sistem Allah atau wahyu. Sistem mereka didasarkan pada hawa nafsu, maka seluruh kehidupan ditujukan untuk kesenangan duniawi, keberlebihan dalam menuntut dan membelanjakan harta, mulutnya senantiasa dan tak henti-hanti menunggu makanan seperti binatang ternak layaknya.

“Dan orang-orang kafir itu bersenang-senang dan makan seperti binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (QS. Muhammad:12)

Materialisme yang menjadi landasan peradaban modern dewasa ini adalah sebuah sistem yang tegas-tegas menolak wahyu, mengingkari agama, mendustakan kehidupan akhirat. Prinsip yang berlaku di kalangan mereka adalah ‘kehidupan kita hanyalah di dunia saja, dan sama sekali kita tidak akan dibangkitkan (QS. 6:29). Cita-cita terhadap pencapaian materi sepenuhnya telah menguasai pemikiran modern. Kemerosotan moral dan kaburnya nilai-nilai keadilan, persamaan, kesucian dan kebersihan hati, cinta dan kasih sayang, hanyalah semata retorika, tak pernah berwujud dalam realita. Pupusnya rasa keagamaan dalam kehidupann dewasa ini telah menjadikan prinsip yang berlaku adalah “siapa kuat dialah yang berkuasa”. Sebuah prinsip kehidupan hutan rimba yang mirip dengan prinsip teori atheis Charles Darwin.

Dalam suasana dan penguasaan sistem seperti ini orang menjadi lupa pada tugas hidupnya, menjaga dan memelihara apa yang oleh Islam disebut dharuriyatul khams, lima kemestian, yaitu menjaga ad-dien (agama), jiwa, kehormatan, akal-pikiran, dan harta milikan. Satu saja dari lima tersebut tidak terpelihara seluruh kehidupan akan menjadi kacau. Dan kini semuanya yang disebutkan itu tidak lagi menjadi perhatian dalam kehidupan, seluruh kehidupan diarahkan pada mengejar kenikmatan duniawi semata. Maka ketidakseriusan menandai kehidupan kita. Hidup kita sekedar bermain-main dan memang innamal hayatud dunya la’ibun wa lahu.

Berdasarkan pandangan hidup main-main itulah peradaban modern ini dibangun, apapun nama yang diberikannya: kapitalisme, sosialisme atau komunisme semuanya dilandasi filsafat kebendaan ini. Tragisnya filsafat hidup kerakusan inilah yang sedang menjadi panutan manusia modern dewasa ini. Dan sangat disayangkan ada beberapa organisasi Islam yang ada belum mampu keluar dari kerangka berpikir seperti itu.

Diperlukan suatu gerakan seperti gerakan ash-habul kahfi, para pemuda yang dengan berani dan penuh kesabaran serta ketegaran meninggalkan logika yang berlaku di masa itu, logika materialisme, memisahkan diri dari tata cara kehidupan yang dianut mayoritas orang dan pergi meninggalkan semuanya menuju ke sebuah gua, mempelajari ar-Raqim, lembaran-lembaran ak-Kitab, mendekatkan diri pada Allah, memohon pertolongan-Nya. Dengan adanya pengorbanan mereka yang luar biasa ini Allah lalu melahirkan orang-orang lain di luar gua itu yang mau memperjuangkan agama-Nya dan menyelamatkan ajaran-Nya sehingga keadaan pun berubah. Ash-Habul Kahfi yang tertidur selama tiga rtus tahun, yang sebelumnya merupakan pemuda-pemuda buronan, kini bangkit sebagai pahlawan.

Dalam kondisi seperti sekarang ini yang amat diperlukan adalah pengorbanan dan untuk itu orang harus memiliki keberanian, kesabaran dan selalu mengharappertolongan Allah serta mendekatkan diri kepada-Nya. Kisah Ash-Habul Kahfi memberikan koreksi terhadap aqidah atau ajaran yang sedang berlaku, koreksi terhadap nilai-nilai yang dianut kebanyakan orang waktu itu dan meluruskan cara berpikir sesuai dengan aqidah Islamiyah, aqidah wahyu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: