Arsip

Archive for Maret, 2011

Panduan Al-Qur’an Dalam Mengenal Musuh

Maret 27, 2011 Tinggalkan komentar

Gelombang kebangkitan Islam dalam skala luas di Dunia Islam saat ini adalah hal baru yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Fenomena ini adalah contoh dari puncak kemarahan umat manusia terhadap kezaliman yang telah menindas kehidupan mereka. Kaum arogan selama ini dengan semena-mena mengganggu kehidupan sosial, budaya, politik dan ekonomi bangsa-bangsa di dunia dan menciptakan atmosfir kelabu dalam kehidupan dunia yang tidak sejalan dengan fitrah manusia. Karena itu, saat fitrah tergugah kesannya akan sangat mendalam dan mendatangkan kebaikan diantaranya adalah dengan munculnya semangat kebencian terhadap kaum durjana dan boneka-boneka mereka. Inilah yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini.

Baca selanjutnya…

Menolak Hukum Allah dan Mengabaikan Kewajiban Sholat

Maret 27, 2011 Tinggalkan komentar

Setiap tanggal 27 Rajab biasanya ummat Islam segera teringat peristiwa Isra Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiWasallam limabelas abad yang lalu. Memang, peristiwa diperjalankannya hamba Allah dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsho di Baitul Maqdis kemudian menembus tujuh lapis langit hingga berjumpa langsung dengan Allah SWT di Sidratul Muntaha merupakan sebuah kejadian menakjubkan dan penuh mukjizat. Apalagi sepulang dari perjalanan itu Nabi Shallallahu’alaihiWasallam membawa perintah Allah SWT agar dirinya dan ummat Islam menegakkan kewajiban sholat lima waktu sehari semalam. Inilah umumnya yang diingat oleh kita ummat Islam setiap kali memasuki bulan Rajab.

Baca selanjutnya…

Ketertiban itu “Made in Japan”

Maret 15, 2011 Tinggalkan komentar

Sewaktu Jepang masih menjadi bangsa yang menjajah Indonesia, mungkin pikiran kita mengatakan Jepang itu bangsa yang biadab dan bengis. Hingga masa 3,5 tahun penjajahan Jepang dirasakan lebih menderita ketimbang 3,5 abad penjajahan Belanda. Tetapi kultur masyarakat Jepang dewasa ini sangat berbeda jauh dengan apa yang kita pikirkan. Masyarakat Jepang ternyata bias menempatkan dirinya sebagai salah satu bangsa yang berbudaya tinggi di segala aspek kehidupannya. Baik di level politik maupun sosial.

Dalam hal kebersihan masyarakat Jepang sudah jauh lebih beradab dari masyarakat Indonesia. Pada kesantunan politik pun demikian sama. Hingga bila ada seorang tokoh politik Jepang yang merasa tidak mampu menjalankan amanah tidak malu mengundurkan diri. Atau lebih ekstrim lagi melakukan bunuh diri. Ini mengindikasikan budaya malu sudah tertanam kuat pada kultur masyarakat Jepang. Budaya malu seperti yang 15 abad lalu ditanamkan oleh Nabi Muhammad saw, nabinya umat Islam. Dan Islam adalah agama mayoritas di Indonesia.

Untuk membuktikan bahwa bangsa Jepang memang bangsa yang tertib, kita bisa melihat dari peristiwa pasca gempa dan tsunami yang beberapa hari lalu menimpa mereka. Dikabarkan bahwa musibah yang menelan sekitar 15 ribu jiwa tewas itu, belum lagi ancaman kebocoran reactor nuklir yang sudah di depan mata, ditambah sulitnya mendapat makanan dan air bersih, tapi toh masyarakat Jepang terlihat sangat santai dan seolah tak terjadi apa-apa.

Baca selanjutnya…

Allah SWT Tempat Bergantung

Maret 15, 2011 Tinggalkan komentar

Dikisahkan bahwa Nabi Sulaiman as ketika urusan dunia telah dilapangkan kepadanya seluas-luasnya dan ia mengatur manusia, bangsa jin, hewan buas, dan burung-burung, bahkan ia pun telah mengatur seluruh angin, lagi pula ia berpribadi mulia, lalu Nabi Sulaiman as memohon izin kepada Allah SWT untuk memberi rizki kepada seluruh makhluk yang biasa memperoleh rizki dari Allah, dalam jangka waktu setahun penuh. Kemudian Allah SWT pun mengabulkan permohonan nabiNya itu dengan berfirman: “Sungguh engkau tidak akan mampu.” Namun dijawab oleh nabi Sulaiman as, “Maka luluskanlah bagiku barang sehari saja”.

Kemudian Allah SWT mengabulkan permohonan nabi Sulaiman as untuk memberi rizki kepada makhluk dalam sehari saja. Alkisah, setelah resmi surat izin turun dari Allah SWT, mulailah Nabi Sulaiman menguasai seluruh bawahannya, baik dari umat manusia maupun bangs jin, supaya mendatangkan segenap makhluk yang menetap di atas bumi.

Baca selanjutnya…

Materialisme dan Gerakan Al Kahfi

Maret 13, 2011 1 komentar

Orang-orang kafir adalah mereka yang mengingkari sistem Allah atau wahyu. Sistem mereka didasarkan pada hawa nafsu, maka seluruh kehidupan ditujukan untuk kesenangan duniawi, keberlebihan dalam menuntut dan membelanjakan harta, mulutnya senantiasa dan tak henti-hanti menunggu makanan seperti binatang ternak layaknya.

“Dan orang-orang kafir itu bersenang-senang dan makan seperti binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (QS. Muhammad:12)

Materialisme yang menjadi landasan peradaban modern dewasa ini adalah sebuah sistem yang tegas-tegas menolak wahyu, mengingkari agama, mendustakan kehidupan akhirat. Prinsip yang berlaku di kalangan mereka adalah ‘kehidupan kita hanyalah di dunia saja, dan sama sekali kita tidak akan dibangkitkan (QS. 6:29). Cita-cita terhadap pencapaian materi sepenuhnya telah menguasai pemikiran modern. Kemerosotan moral dan kaburnya nilai-nilai keadilan, persamaan, kesucian dan kebersihan hati, cinta dan kasih sayang, hanyalah semata retorika, tak pernah berwujud dalam realita. Pupusnya rasa keagamaan dalam kehidupann dewasa ini telah menjadikan prinsip yang berlaku adalah “siapa kuat dialah yang berkuasa”. Sebuah prinsip kehidupan hutan rimba yang mirip dengan prinsip teori atheis Charles Darwin.

Baca selanjutnya…

Identifikasi Dajjal dengan Sai Baba

Maret 3, 2011 2 komentar

Dajjal dan kejadian yang timbul seiring dengan kemunculannya adalah fenomena yang tidak bisa ditampik menjelang kemunculan kiamat.

Sosok mahluk yang dengan sengaja memporak porandakan isi dunia berikut penghuni yang ada di dalamnya. Di tengah ketidakberdayaan umat manusia menghadapi fitnah Dajjal, dalam banyak riwayat, kelak muncul Imam Mahdi yang akan menghancurkannya. Imam Mahdi inilah yang nantinya akan menjadi sosok penyelamat umat manusia dari keganasan fitnah Dajjal.

Di antara hadist-hadist yang menerangkan akan kedatangan Dajjal di antaranya adalah :
“Rasulullah saw bersabda kepada kami, Dajjal akan keluar dari bumi ini di bagian timur bernama Khurasan.”
( Jamiu at Tirmidzi)

Sementara Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda :
“Hari kiamat tidak akan datang hingga datang 30 Dajjal (pendusta) muncul, mereka semua berdusta tentang Allah dan Rasul-Nya.”

“Dajjal adalah seorang laki-laki gemuk, berkulit merah dan berambut keriting.” ( HR. Bukhari dan Muslim)

“Di awal kemunculannya, Dajjal berkata : Aku adalah nabi padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata, Aku adalah Rabb kalian, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati.” ( HR. Ibnu Majah)

Baca selanjutnya…