Beranda > Al Islam, Mu'jizat Al-Qur'an > Sumber Peradaban Islam

Sumber Peradaban Islam

Suatu saat, Rasulullah pernah bersabda, “Apabila umatku sudah mengagungkan dunia maka akan dicabutlah kehebatan Islam, dan apabila mereka meninggalkan aktivitas amar ma’ruf nahyi munkar, maka akan diharamkan keberkahan wahyu, dan apabila umatku saling mencaci, maka jatuhlah mereka dalam pandangan Allah.”

Bisa kita saksikan kondisi umat Islam hari ini, mereka ditinggal induknya seorang diri dengan runtuhnya Khilafah Utsmaniyah dan hilang kekuasaan dua pertiga bumi yang selama berabad-abad ada dalam genggaman. Keadaan tersebut diperparah dengan fenomena kaum Muslimin yang kini saling berseteru. Ditambah lagi, orang kafir dan musuh-musuh Allah bersatu padu memerangi kaum Muslimin sampai ke akar-akarnya.

Jauh-jauh hari, Rasulullah telah memprediksi kondisi umat saat ini yang menurutnya bak buih yang tak berguna, bak macan tak punya taring di hadapan musuh-musuhnya. Umat Islam lupa bila pendahulunya pernah menjadi kekuatan digdaya di dunia.

Prediksi Rasul benar, kehebatan Islam dan keberkahan wahyu dicabut dan murka Allah dtimpakan kepada umat. Akibat pengagungan yang tinggi kepada hl-hal duniawi, Allah mencabut kehebatan Islam.

Umat lupa bahwa peradaban Islam bukan seperti peradaban Yunani yang cenderung epistemologis-metodologis, juga tidak seperti peradaban Roma yang mementingkan ekspansi militer, bukan juga seperti Cina yang kental dengan warna filosofis an sich.

Peradaban Islam, sekali-kali tidak bersandar kepada hal-hal keduniaan. Peradaban Islam adalah peradaban berbasis al Qur’an dan al Hadits. Ditelisik lebih jauh, peradaban tauhid menjadi sub-ordinat inti dari al Qur’an, al Hadits dan ajaran Islam secara keseluruhan.

Dalam al Wala wal Bara (loyalitas dan antiloyalitas dalam Islam), Muhammad bin Sa’id al Qarthani menulis, istana kehidupan Islam yang utuh dan murni tidak mungkin akan berdiri kecuali di atas pilar-pilar ikrar tauhid yang meliputi sepuruh aspek kehidupan manusia, baik secara individu maupun kolektif.

Dengan tuntunan tauhid, manusia akan merasakan dan meyakini bahwa dia adalah makhluk yang diserahi amanah. Apa yang ada di tangannya, semuanya milik Allah semata. Manusia seharusnya menyadari bahwa Allah pemilik resmi alam semesta beserta isinya, yang disembah dan ditaati, serta yang berhak memerintah dan melarang. Dengan demikian, majunya sebuah peradaban, digdayanya umat Islam ada di tangan Allah.

Al Qarthani menyatakan, musuh-musuh Islam mengenal betul bahwa musuh mereka satu-satunya adalah Islam. Untuk itu, mereka serius menghancurkan kaum Muslimin. Musuh-musuh Islam meyakini, konsistensi kam Muslimin pada ajaran al Qur’an menjadi penghalang bagi tercapainya tujuan-tujuan imprealistik mereka.

Dengan demikian, sejatinya al Qur’an menjadikan setiap muslim mengerti betul bahwa peradaban Islam ini tidaklah tegak karena banyaknya buku-buku mengenai keislaman, tidak juga dengan ceramah-ceramah dan film-film yang mempropagandakan keislaman.

Dalam makalah bertajuk ‘Memahami Hukum Allah, Teras Pembinaan Strategi Tajdid di Alam Melayu’, Ketua Yayasan Dakwah Islam Malaysia Datuk Muhammad Nakhaie mengatakan, al Qur’an merupakan wahyu yang mengandung petunjuk untuk manusia memahami perjalanan kehidupan ini dan sistem yang menguasainya.

Dengan petunjuk itu, manusia mendasarkan syariat kehidupannya, membangun nilai-nilai budayanya, dan membina kemantapan undang-undang yang menyusun masyarakatnya, demikian tulis Nakhaie.

Peradaban Islam, sekali lagi, adalah peradaban al Qur’an dan al Hadits dan bukan peradaban yang bersandarkan kepada cinta dunia. Karena, berdasarkan sabda Rasulullah, cinta dunia menjadi sebab luluh lantahnya umat.

Nabi SAW bersabda, “Hampir tiba suatu masa di mana berbagai bangsa atau kelompok mengerotok kamu, bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni hidangan mereka.” Seorang sahabat bertanya, “Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada waktu itu?” Nabi SAW menjawab, “(Tidak) Bahkan jumlah kamu pada hari itu banyak (mayoritas), tetapi (kualitas) kamu adalah buih, laksana buih di waktu banjir, dan Allah mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan menanamkan penyakit “al wahn”. Seseorang bertanya, “Apakah al wahn itu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Dawud).

Meyakini peradaban al Qur’ann dan al hadits berarti meniscayakan ilmu pengetahuan. Kata-kata bijak al Ghazali bisa disitir untuk mengilustrasikan pentingnya ilmu dalam kehidupan, “Orang-orang yang selalu belajar akan sangat dihormati dan semua kekuatan yang tidak dilandasi pengetahuan akan runtuh.”

Namun, tidak hanya al-ilmu (ilmu pengetahuan), ‘alim (pemegang ilmu) juga memegang peranan signifikan dalam melejitkan sebuah peradaban. Rasulullah bersabda, “Termasuk di antara perkara yang aku khawatirkan atas umatku adalah tergelincirnya orang alim (dalam kesalahan) dan silat lidahnya orang munafik tentang al Qur’an.” (HR Thabrani dan Ibnu Hibbani).

Ayat-ayat al Qur’an yang bercerita mengenai kehancuran suatu negri menyatakan bahwa kondisi amburadul suatu kaum disebabkan beberapa hal. Pertama, lupa akan peringatan Allah SWT yang memicu mereka lupa diri dan menghabiskan hidup hanya untuk mencari kesenangan (hedonisme). Kedua, tindakan para pemimpin atau tokoh masyarakat yang melupakan Allah SWT dan membuat kerusakan di muka bumi. Jika para pemimpin, orang-orang kaya dan tokoh masyarakat hidup bermewah-mewahan, maka kehancuran sebuah peradaban hanya tinggal menunggu waktu.

Ini hanya sebagian kecil pelajaran yang ada dalam al Qur’an dan al Hadits. Masih banyak konsep-konsep peradaban yang diajarkan Allah SWT yang ada di al Qur’an dan as Sunnah. Dan hal penting lainnya yang tak boleh diabaikan guna meninggikan peradaban Islam adalah hidup berjamaah, taat dan berjihad. Dalam Majmu’ Fatawa, Ibnu Taimiyah menulis, “Demi Allah! Demi Allah! Hendaklah kalian berjamaah, bersatu dalam ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta berjihad fisabilillah. Niscaya Allah SWT akan mensucikan hati kalian, menghapus kesalahan-kesalahan kalian dan bagi kalian kebaikan di dunia dan akhirat. Allah sebaik-baik penolong.

 

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: