Beranda > Al Islam, Mu'jizat Al-Qur'an > Mundurnya Peradaban Tanpa Dijiwai Al-Qur’an

Mundurnya Peradaban Tanpa Dijiwai Al-Qur’an

Barangkali ada sebagian dari umat Islam yang bertanya: “Kenapa kaum muslimin pada era dahulu bias menjadi pelopor, kreator, inovator besar di bidang rekayasan ilmu  pengetahuan dan mengungguli peradaban barat yang belum maju ketika itu, sekarang hidup dalam keterbelakangan, di saat mana Barat menjadi centrum peradaban dunia, dengan segala eksesnya? Betapa kalah dan tertinggalnya kaum muslimin kini di bidang iptek, sedangkan Barat maju pesat. Meskipun dengan kemajuannya itu, Barat belum pernah menciptakan kesejahteraan, kedamaian, keadilan terhadap umat manusia sejagat ini.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut dibutuhkan analisis historis sosiologis yang cukup pelik dan rumit. Namun secara sederhana dapatlah kita katakan, sebagaimana pernah dianalisis oleh al Amir Suakib Arsalan, dalam bukunya: “Limadza Ta-akhkharal Muslimuna wa Limadza Taqaddama Ghairuhum?”, bahwa kemunduran kaum muslimin disebabkan kaum Muslimin kini telah terjauh dari al-Qur’an dan as-Sunnah, dengan latar belakang kompleksitas sejarah yang panjang: penjajahan, kebodohan, kemiskinan, ghzwul fikri, dan lain-lain.

Selanjutnya, umat Islam akan kembali maju sebagaimana generasi awal, amat bergantung pada sejauh mana interaksi umat Islam dengan al-Qur’an, petunjuk hidup bagi kaum yang beriman. Semakin dekat interaksi kaumm Muslimin dengan al-Qur’an , akan semakin berkualitaslah kehidupan mereka. Demikian pula sebalikyna, semakin jauh kaum Muslimin berinteraksi dengan al-Qur’an, akan semakin terperosok ke jurang kehancuran.

Secara lahiriyah kita melihat kondisi pembangunan di negara-negara Barat mungkin kita akan berpikir bahwa peradaban Barat demikian maju dan seolah menjadi pemenang dalam pertarungan peradaban. Lantas apakah kemajuan dan kemenangan tersebut hanya bisa dinilai dengan pembangunan fisik semata. Secara materi Barat memang terlihat maju karena seperti dikatakan peradaban mereka dibangun berdasar faham materialisme. Tetapi kemajuan materi peradaban Barat hingga saat ini tidak dapat membawa kesejahteraan buat umat seluruh dunia dan malah menyengsarakan dengan sistem riba utang luar negerinya. Demikian pula pada ranah moral dan akhlak peradaban Barat tidak berhasil membawa umat manusia menjadi lebih bermoral dan berakhlak. Peradaban materialisme Barat justru berhasil menancapkan persaingan diantara manusia dan menciptakan kasta-kasta sosial di dalamnya yang mana hal ini bisa menjadi pemicu sebuah konflik horisontal dalam masyarakat. Peradaban barat berhasil melahirkan pribadi-pribadi yang rakus dan cinta pada kehidupan dunia serta meninggalkan unsur rohani manusia.

Bukankah sampai sekarang in kita melihat peradaban Barat berantakan, rusak, dan banyak membawa kesengsaraan, dan sejumlah problematika ummat lainnya. Hal ini karena peradaban Barat dibangun atas dasar faham materialisme yang bertentangan dengan fitrah manusia. Peradaban Barat sama sekali tidak mempunyai unsur-unsur kekuatan untuk melanggengkan kemajuan lahiriyah yang telah dicapai. Seperti kekuatan akidah, akhlak, harta, ilmu, jihad, dan ukhuwah. Karena itu kemenangan mereka (barat) adalah suatu kemustahilan dan kekalahan mereka adalah suatu keniscayaan, dalam pertarungan peradaban pada masa yang akan datang. Karena sebuah peradaban yang sesungguhnya dibutuhkan oleh umat manusia adalah yang dapat membawanya kepada kesejahteraan, keadilan, kesetaraan, yang berlandaskan pada moral dan akhlak. Dan, peradaban seperti itu hanya bisa didapatkan jika umat manusia mau kembali berpedoman pada al-Qur’an dan as-Sunnah.

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: