Beranda > Al Islam, Mutiara Hati > SELALU MERASA CUKUP

SELALU MERASA CUKUP

Salah satu faktor terpenting dari kedamaian dan kebahagiaan manusia adalah sikap Qana’ah (merasa cukup dengan apa adanya) terhadap rezeki dan nikmat yang telah dterima, sikap itu berfungsi untuk meminimalisir kerakusan dan ketamakan diri yang kerap kali menimbulkan rasa iri, benci, dan putus asa ketika apa yang diharapkan tidak kunjung diraih.
Rasulullah saw. Sebagai qudwah hasanah telah mencontohkan sifat mulia itu dalam kehidupan beliau sehari-hari, itu dapat dilihat dari pola hidup beliau yang sangat sederhana akan tetapi kehidupan yang demikian itu selalu disyukuri, hal itu diperkuat oleh wasiat yang disampaikan kepada para sahabat yang berbunyi “bukamlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, akan tetapi kaya itu adalah kaya jiwa” (HR. al-Saukani dan Tirmidzi)


Untuk dapat meraih sifat Qananah, Rasulullah memberikan keterangan, antara lain adalah, selalu berusaha untuk melihat orang yang lebih miskin darinya dalam hal harta dan tidak membandingkannya dengan orang yang lebih kaya, karena yang demikian itu akan menjadikan kita selalu merasa puas dan selalu bersyukur terhadap bagian yang telah kita terima besar atau kecil quantitasnya, demikian itu sesuai dengan sabda Rasulullah Saw. yang berbunyi “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dalam harta dan janganlah kalian melihat orang yang berada diatas kalian dalam harta, hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian” (HR. al-Saukhani dan Tirmizi).
Hadis diatas mengisyaratkan kepada kita bahwa, rizki atau kekayaan setiap orang telah ditetapkan oleh Allah, perbedaan kadar kekayaan setiap orang merupakan sunnatullah yang tidak dapat dirubah. Kita mestinya belajar untuk menyadari bahwa, apa yang kita raih dengan cara yang halal itulah milik kita, tanpa pernah harus berputus asa dari rahmat Allah apalagi dengan cara mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak terhormat.
Setiap manusia telah ditetapkan bagian masing-masing sesuai dengan kebutuhan hidupnya, akan tetapi karena kerakusan yang ada pada dirinya manusia tidak pernah merasa puas dari apa yang telah diraih, sehingga tidak jarang harta yang sebenarnya milik orang lain juga menjadi miliknya. Sudah tidak ada batasan lagi mana harta yang halal dan mana yang haram.
Rela terhadap ketentuan Allah adalah makna sebenarnya dari kekayaan karena orang yang kaya adalah orang yang selalu merasa berkecukupan walaupun pada zahirnya ia adalah orang miskin harta. Rasulullah bersabda “…dan bersikap relalah terhadap apa yang telah Allah bagikan untukmu, niscaya kamu menjadi orang yang paling kaya” (HR.tirmizi dan Ahmad). Semoga kita mampu menjadi orang-orang yang selalu bersifat Qana’ah agar kita dapat meraih kekayaan yang haqiqi. Wallahu a’lam.

  1. September 10, 2010 pukul 8:46 am

    hai………….lam knl yach………

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: