Beranda > Mutiara Hati > ORANG PALING BANGKRUT

ORANG PALING BANGKRUT

Didalam mengarungi kehidupaan dunia ini manusia seringkali lupa bahwa apapun yang dilakukan baik kecil maupun besar, semuanya tidak akan luput dari pengetahuan dan pengawasan sang khaliq. Baik buruknya hasil yang akan diterima pada hari pembalasan kelak tergantung kepada besar dan kecilnya kadar amalan yang dilakukan, sebagaimana yang dilansir oleh Allah dalam salah satu firmannya “barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya”. (QS: Al-Zilzalah/7-8)


Maksiat-maksiat kecil yang kita asumsikan sepele dan biasa-biasa saja bisa jadi memiliki implikasi terhadap kebajikan-kebajikan yang telah kita lakukan. Dalam sebuah kisah diceritakan tentang betapa besar pengaruh perbuatan kemaksiatan terhadap pahala kebajikan yang telah diperbuat manusia, diriwayatkan oleh Tsauban bahwasanya Rasulullah Saw. pernah bersabda “aku benar-benar melihat diantara umatku pada hari kiamat nanti ada yang datang dengan membawa kebaikan sebesar gunung-gunung di Tihamah yng putih kemudian Allah menjadikannya seperti kapas yang bertebrangan” Tsauban bertanya ‘wahai Rasulullah! Jelaskan kepada kami siapakah mereka itu? Agar kami tidak termasuk golongan mereka” Rasulullah berkata “mereka adalah saudara-saudara kalian dan sebangsa dengan kalian! Mereka juga bangun malam sperti kalian, akan tetapi apabila mendapat kesempatan untuk berbuat maksiat mereka melakukannya” (HR. Ibnu Majah)
Ketaatan kepada Allah seharusnya dapat menjadi kekuatan (power) dalam diri manusia sebagai senjata untuk memerangi segala kemaksiatan yang ditiupkan oleh iblis kedalam hati-hati mereka. Sungguh merugi rasanya ketika ibadah yang kita lakukan ternodai oleh kemaksiatan-kemaksiatan kecil yang sering kita abaikan keberadaannya, sehingga pada hari kiamat nanti kita digolongkan kedalam hamba-hamba Allah yang bangkrut, dalam hadisnya yang lain Rasulullah kembali menjelaskan tentang kreteria orang yang bangkrut pada hari kiamat. Rasulullah bertanya kepada para sahabat “tahukah kalian apakah yang dimaksud dengan bangkrut (al-Mufallis) itu? Sahabat menjawab! Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki harta dan perhiasan, Rasulullah berkata “sesungguhnya orang yang bangkrut diantara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala sholat, puasa, dan zakat mereka, disamping mereka juga membawa beban dosa dari perbuatan mencaci maki, menuduh, memakan harta orang lain, menumpahkan darah, menganiaya, maka saat itu mereka diberikan pahala dari kebaikan  yang mereka lakukan, setelah pahala kebaikan tersebut telah diterimanya, maka pahala kebaikan itu diambil untuk menghapus kejahatan orang yang dizolimi dan kesalahan mereka dibebankan kepadanya sehingga kemudian mereka dilemparkan keneraka” (HR. Tirmidzi)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: