Beranda > Mutiara Hati > KETABAHAN HATI

KETABAHAN HATI

Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS al-Baqarah: 155)

Salah satu ciri orang yang beriman adalah selalu bersabar saat ditimpa berbagai cobaan, musibah yang menimpa manusia adalah bagian dari cobaan, bisa jadi cobaan itu berbentuk sedikit ketakutan, kelaparan, kemiskinan/kekurangan harta, jiwa, dan buah buahan, namun segala bentuk cobaan itu akan berharga bagi mereka yang bersabar dan tegar.

Sabar dalam menghadapi segala problema kehidupan adalah memiliki dampak kehidupan  disini bukan berarti lemah namun sabar yang dimaksud adalah ketabahan hati dan keteguhan jiwa dalam segala problema kehidupan.

Kisah Sumayyah adalah salah ciri seorang muslimat yang tegar dan teguh dalam pendirian, dengan keimanan dan prinsip ketauhidan yang kuat telah menghantarnya menghadapi tekanan yang begitu dahsyat dari kaum Quraisy, Abu Lahab sebagai pembesar sekaligus pembangkang dakwah Islam, telah sengaja menghardik dan menyiksa Sumayyah beserta keluarganya, namun semua tipu muslihat yang dilakukan tidak mampu menggoyahkan prinsip ketauhidan yang Dimilikinya. Dengan ketabahan jiwa yang dimiliki sempat terucap kata-kata dari mulut sumayyah “Celakalah engkau wahai musuh Allah, Allah telah menjajikan bagiku surga, karena itu aku lebih memilih mati daripada melihat tampangmu wahai Abu lahab”, bahkan Rasulullah saw. pernah bersabda, terlihat dari ungkapan beliau “Bersabarlah keluarga Yasir (suami Sumayyah) janji untuk kalian adalah surga, ya Allah ampunilah keluarga Yasir”. akhirnya Sumayyahpun meninggal dalam syahid, sehingga namanya dilestarikan dalam sejarah sebagai seorang syahid pertama dalam Islam.

Ada beberapa mau’idzah yang dapat dipetik dari kisah diatas, diantaranya adalah: Pertama, keteguhan hati dan ketegaran jiwa adalah perangkat terpenting yang harus dimiliki seorang muslim dalam mempertahankan prinsip yang diyakini khususnya dalam mempertahankan prinsip Fundamental (aqidah) dan umumnya semua prinsip-prinsip agama yang telah ditetapkan oleh Allah demi kemaslahatan hambanya. Kedua, Keyakinan Orang yang beriman tidak mudah untuk luntur meski diterpa ujian dan cobaan yang besar sekalipun, terbukti dari kisah diatas, Sumayyah dan seluruh keluarganya menanggung penyiksaan yang sangat mengharukan namun keteguhan dan ketatabahan jiwa telah menghantarkannya menjadi hamba Allah yang dijanjikan surga. Ketiga, yakin terhadap janji Allah adalah modal utama untuk menambah ketabahan dan ketegaran jiwa dalam menghadapi semua problematika kehidupan.

Semua manusia tidak akan bisa berlari dari cobaan, karena itu adalah janji Allah kepada hambanya sesuai dengan firman Allah dalam QS, al-Baqarah: 155

“Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “inna lillah wainna ilaihi raji’un”.

Dalam era globalisasi ini kita sering dihadapkan kepada sebuah pilihan yang terkadang kita susah untuk menentukan pilihan tersebut, antara kebenaran dan kelaliman, antara kemuliaan dan kehinaan, antara popularitas dan harga diri, semua itu akan dapat dihadapi ketika kita memiliki prinsip yang kuat, didasari ketaqwaan kepada Allah dan ketabahan/ketegaran jiwa, tentunya kita juga tidak bisa lepas dari bimbingan Allah sebagai sang khaliq. Wallahu a’lam.

  1. September 4, 2010 pukul 10:43 am

    kesabaran adalah hal segala dalam mengendalikan emosi dan orang yg bersabar pasti akan di tunjukkan kalan kehidupan yg mulia

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: