Beranda > Peristiwa > Relawan Diracun Israel?

Relawan Diracun Israel?

Militer Israel diduga meracuni sejumlah relawan Freedom Flotilla saat berada di kapal maupun di penjara Ela, Beersheba. Untuk membuktikan ada tidaknya racun, para relawan yang baru dibebaskan memeriksakan kesehatan mereka di rumah sakit di Ankara, Turki.
“Ada tentara Israel yang menodongkan senjata ke kapten kapal Gaza 1 dan memintanya meminum cairan berwarna biru,” ujar aktivis Insani Yardim Vakfi (IHH), Murat Korkmaz, saat dihubungi Republika, Kamis (3/6).

Usai meminum cairan tersebut, sang kapten merasa lehernya seperti tercekik. Sementara, beberapa aktivis lainnya sempat merasakan mual-mual sekembalinya dari penjara Ela. “Para relawan diperiksa darah dan kotorannya untuk memastikan kesehatan mereka,” kata Murat. Hasil medisnya baru keluar beberapa hari ke depan.
Sebanyak 466 relawan Freedom Flotilla tiba di Ankara Kamis pagi waktu setempat. Mereka diterbangkan dengan tiga pesawat sewaan Pemerintah Turki dari Israel. Mayoritas relawan berkebangsaan Turki, dengan sejumlah kecil relawan asal Inggris, Norwegia, Spanyol, dan Belanda.
Kedatangan ratusan relawan ini dielu-elukan laksana pahlawan pulang perang oleh masyarakat Turki. Ribuan orang berkumpul di jalan, mengerumuni bus yang membawa para relawan. Mereka meneriakkan slogan anti-Israel sembari mengibarkan bendera Turki dan Palestina.
Turut diterbangkan sembilan peti mati berisi relawan yang wafat di atas kapal Mavi Marmara, 31 Mei lalu. Stasiun televisi Turki ITN melaporkan, berdasarkan laporan forensik, relawan meninggal karena luka tembak.
Ketua Foundation for Human Rights and Freedoms and Humanitarian Relief (IHH), Bulent Yildirim, mengatakan, sejumlah relawan masih belum diketahui kabarnya. ”Bersama kami ada sembilan jenazah, tapi dalam daftar kami masih banyak relawan yang belum diketahui kabarnya,” kata Yildirim di Bandara Istanbul.
Yildirim menceritakan, saat penyerbuan pasukan komando Israel ke kapal Mavi Marmara, para relawan memang sempat merebut 10 pucuk senjata. Tapi, para relawan tidak menggunakannya. Senjata itu langsung dibuang ke laut. Sebelum penyerbuan, katanya, para relawan sudah pasrah menjadi martir. Mereka tak mau menggunakan senjata Israel.
Sebaliknya, tentara Israel menggunakan peluru karet dan peluru tajam untuk menembak dalam jarak dekat. Yildirim juga mengklaim melihat seorang dokter asal Indonesia yang ditembak oleh tentara Israel. Padahal, si dokter sedang menolong seorang tentara Israel yang terluka. ”Tentara Israel menembaknya lima kali di bagian perut.”

  1. Juni 5, 2010 pukul 7:11 am

    Yahudi extrimist B@NG$AT!! Padahal warga Yahudinya sendiri ada jg yg udah eneg sama penyerangan2 ke Gaza!!

  2. Juni 6, 2010 pukul 8:45 pm

    Geram juga sama Yahudi terlaknat ini,, tapi tenang aja, janji Alloh itu pasti, Islam akan menang,, sekarang si Yahudi kita jadikan media jihad kita aja dengan memerangi mereka…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: