Beranda > Al Islam > Shalat Ciri Pemerintahan Manusia Saleh

Shalat Ciri Pemerintahan Manusia Saleh

Mendirikan shalat adalah di antara ciri menonjol pemerintah orang-orang saleh. Shalat merupakan rukun agama Islam. Untuk itu, masyarakat sudah sepatutnya menaruh perhatian lebih pada shalat yang mempunyai posisi sentral dan signifikan dalam Islam. Mengenal spiritual, kenikmatan dzikir dan daya tarik yang terselubung dalam ruku dan sujud shalat dapat menjernihkan jiwa manusia.

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, “Shalat adalah jembatan penyeberang utama bagi suluk manusia di jalan yang ditetapkan agama-agama ilahi untuk menuju tujuan utama kehidupan, yakni ketakwaan serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Shalat merupakan langkah pertama menuju Tuhan. Akan tetapi kapasitas ibadah ini dapat mengepakkan sayap manusia ke langit di puncak kesempurnaannya. Oleh karena itu, manusia paling sempurna di dunia, Rasulullah Saw bersabda, “Shalat adalah cahaya mataku.” Saat waktu shalat tiba, Rasulullah Saw meminta muadzin saat itu, Bilal, supaya mengumandangkan adzan yang dapat menciptakan ketenangan dan ketenteraman diri. Bahkan bisa dikatakan bahwa tidak ada kekuatan ibadah yang dapat membuka dan mendorong tahap-tahap kesempurnaan spiritual manusia selain shalat.”

Untuk Shalat Jiwa Perlu Dikondisikan

Shalat menuntut kondisi tertentu sehingga dampaknya dapat dirasakan pada jiwa manusia. Dr. Mir Baqiri, seorang dosen dan pakar Islam menyebut masa baligh(dewas) sebagai waktu yang paling tepat untuk memenuhi tuntutan fitrah manusia dengan cara shalat dan beribadah. Dikatakannya, “Masa remaja merupakan periode pencarian identitas. Di masa itu, tubuh manusia mengalami perubahan. Perubahan juga terjadi pada pemikiran dan perasaan remaja di masa baligh. Saat menginjak masa kedewasaan, ia menganalisa dan mengoreksi apa yang didapatkannya selama ini. Masa itu merupakan hal yang paling sensitif bagi seorang remaja. Di masa itu, ia meragukan banyak hal dan melihat adanya kesenjangan antara diri dan idealisme. Dalam kondisi seperti ini, ia akan mencari kekuatan mutlak di alam semesta ini. Saat itu, aspek spiritual merupakan satu-satunya sumber yang dapat mengontrol kekuatan destruktif manusia (syahwat). “

Menurut para pakar agama, hal yang terpenting adalah kecenderungan spiritual manusia yang dioptimalkan menuju ke arah Allah Swt. Jika manusia bergerak ke arah Pencipta Yang Maha Penguasa, ia akan menemukan Zat yang tidak akan pernah binasa. Dalam surat Qashash ayat 88, Allah Swt berfirman, “Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” Dengan demikian, shalat dan menjalin kontak dengan Allah Swt dapat memenuhi kebutuhan sebenarnya manusia.”

Shalat Sebuah Keindahan

Seorang remaja putri asal Iran, Marzieh Ebrahimi, menulis sebuah makalah yang isinya menyinggung poin-poin menarik. Ia menjelaskan perasaannya dengan mengatakan, “Sangatlah indah, benda kecil dan besar di dunia ini tunduk di hadapan Allah Yang Maha Besar dan Sempurna, serta berzikir dengan nada yang teratur dan jernih. Sangatlah indah, seorang pemuda menenangkan gejolak dirinya dengan berkhalwat memuji Allah Swt. Shalat merupakan kesaksian penghambaan di hadapan Allah Swt. Kesaksian itulah yang dapat menerobos jiwa manusia dan mengangkat spiritualnya. Rasulullah Saw menyebut shalat sebagai rukun agama dan pembeda antara kekufuran dan keimanan. Beliau bersabda, “Jarak antara Islam dan kekufuran terletak pada pribadi yang sengaja meninggalkan shalat dengan sengaja dan melakukannya dengan malas.”

Zahra Fathimi, seorang remaja putri lainnya, mengatakan, “Saat melakukan shalat, ia merasakan aroma harum kerinduan kepada Allah Swt yang meliputi jiwanya yang lelah. Dengan cahaya shalat, ruang sempit gelap otakku terasa terang. Kondisi ini membuat aku harus menahan isak tangis yang tertahan di tenggorokan. Tiba-tiba, ingat kepada Allah Swt telah hidup, dan akupun bersujud di atas kebesaran Allah Swt. Ketika selesai dari shalat, aku merasakan perbedaan pada diriku. Aku tiba-tiba merasa lebih optimis dan ceria dalam kehidupan ini. Saya benar-benar merasakan bahwa rahmat ilahi telah menyucikan jiwaku. Saya yakin bahwa shalat adalah satu-satunya jalan menyelamatkan jiwa manusia.”

Para remaja tersebut yang baru menginjak umur dewasanya menyebut shalat sebagai kewajiban yang terindah. Dalam pertemuan sebelumnya disinggung bahwa shalat menjadi kewajiban bagi manusia di awal pengutusan Muhammad Saw sebagai Rasulullah. Dalam berbagai ayat, al-Quran juga memberikan kebahagiaan dan ketakwaan kepada para pendiri shalat sebenarnya.

Al-Quran juga menggolongkan orang-orang yang sholat sebagai kelompok yang tidak pernah merugi dalam perdagangannya. Lebih dari itu, kitab suci ini menyebut kaum mukmin sebagai orang-orang yang tidak pernah meninggalkan shalat dan zakat, serta selalu meyakini akhirat. Dalam surat Thaha ayat 14, Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

(IRIB/FITRAH)

About these ads
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: