Beranda > Mutiara Hati > NIKMAT SEHAT DAN WAKTU LUANG

NIKMAT SEHAT DAN WAKTU LUANG

Dari Ibnu Abbas Ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Dua ni’mat Allah yang banyak menjadikan manusia tertipu adalah ni’mat sehat dan waktu luang”(HR. Bukhari)

Hadis di atas menjelaskan bahwa kesehatan dan waktu luang adalah anugerah Allah yang sangat besar bagi semua hambanya. Bagi yang memahami keduanya sebagai anugerah tentunya mereka akan mengisinya dengan hal-hal yang positif. Mereka tidak akan menyia-nyiakannya meski pun hanya sedetik. Karena meyakini bahwa ia suatu saat akan berubah, sehat menjadi sakit dan waktu luang menjadi sempit. Karena itu Rasulullah Saw. Memerintahkan kepada kita untuk senatiasa menjaga dan menghargai lima perkara sebelum datang lima perkara, sebagaimana dalam sabdanya:

“Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum dating masa tuamu, masa sehatmu sebelum datamg masa sakitmu, masa kayamu sebelum dating masa miskinmu, masa luangmu sebelum datang masa sempitmu dan masa hidupmu sebelum datang masa matimu”.

Waktu adalah hidup dan modal kesuksesan. Waktu juga merupakan umur, dengannya kita bisa melakukan segala yang kita inginkan, kesehatan yang dianugrahkan akan berguna tergantung kepada bagaimana kita memanfaatkannya, dengan kesehatan itu orang bisa berbuat yang terbaik untuk dirinya dan orang lain, tapi dengan itu pula orang bisa menjadi beban masyarakat dan sumber malapetaka, karena itu baik buruknya pebuatan itu, terpuji atau tidaknya pekerjaan itu ditentukan oleh kesadaran yang tinggi akan anugrah tersebut.

Sudah merupakan penyakit sosial yaitu merasakan makna dan arti sehat ketika merasakan sakit dan waktu untuk berbuat telah hilang, mulai merengek kepada tuhan saat merasakan musibah dan sebelumnya menjauh, lalu apa yang kita lakukan selama ini saat tubuh masih kuat dan waktu masih luang? Disanalah bukti bahwa kesadaran untuk menghargai waktu sehat dan waktu luang sangatlah  kurang kalau tidak mau dikatakan tidak ada sama sekali.

Fenomena sosial yang terjadi pada dekade akhir ini sudah sangat cukup untuk dijadikan bukti bahwa kita kurang mampu untuk menghargai ni’mat-ni’mat yang ada, yang semestinya kekuasaan yang diraih adalah ladang untuk mengabdi kepada Tuhan bukan untuk berbuat makar kepadaNya, tubuh yang kekar bukan untuk menghardik dan merampas hak-hak orang lain, penipuan, korupsi, pemerkosaan. Tidak jarang perbuatan-perbuatan yang di atas banyak dilakukan oleh orang-orang yang cerdas dan dewasa secara umur tapi belagak “begok” dan akan lebih berbahaya lagi apabila penyakit kurang merhargai ni’mat sehat dan waktu luang itu hinggap pada pemuda yang hidup dalam masa pubertas, hidupnya akan dipenuhi dengan hayalan-hayalan “iblis” yang menyebabkan lalai untuk beribadah kepada Tuhan.

Abu al-‘Atahiyah mengomentari fenomena tersebut dengan ungkapan “Sesungguhnya masa muda, waktu luang, dan menimbun harta adalah kerusakan bagi manusia, sungguh suatu kerusakan”.

Menanamkan kesadaran akan pentingnya menghargai ni’mat sehat dan ni’mat waktu luang adalah tanggung jawab setiap individu masyarakat, terutama bagi orang tua sebagai komponen terpenting bangsa, agar setiap detik, menit, dan jam yang dilewati tidak terbuang dengan sia-sia, lebih lama hidup maka lebih banyak pengabdian yang bisa dilakukan, Rasulullah berpesan ” Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik perbuatannya dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya dan buruk perbuatannya, Wallahu a’lam.

  1. Juni 2, 2010 pukul 6:52 am

    Terkadang yang sangat sulit itu adalah bagaimana sikap kita jika sakit sedang datang mengampiri… bukan anya sehari dua hari, bahkan sampai 6 tahun seperti sy.
    Tlg sedikit pencerahannya Ustadz…

    • Juni 3, 2010 pukul 1:23 am

      Manusia hidup di dunia tidak akan lepas dari cobaan Allah SWT. Hal ini dilakukan untuk menyeleksi siapakah orang yang paling bersyukur dan bersabar. Pada tulisan di atas dijelaskan jika pada kondisi sehat seorang muslim harusnya tidak lupa bersyukur… Dan jika dalam kondisi sakit atau terkena musibah, muslim sejatinya bersabar. Karena hanya dengan bersyukur dan bersabar sajalah kita dapat menjalani kehidupan di dunia ini dengan mudah. Karena hidup yang sesungguhnya itu ada di akhirat kelak.
      Saran saya anda bersabar sambil terus memohon kesembuhan kepada Allah SWT melalui sholat malam. Dengan begitu insya Allah jiwa menjadi tenang walaupun musibah datang menimpa. Semoga Allah SWT menjadikan Anda termasuk orang yang bersabar… AMien.

  2. Agussalim
    September 15, 2010 pukul 8:34 am

    Ass.Wr.Wb

    langsung aja pak Ustadz, sy berumur 35 Thn, sy menjadi Pengawai sdh 12 Thn tetapi perubahan dalam hidup sy tidak ada yg signifikan, sy mohon petunjuk pak Ustadz mungkin ada petunjuk pak Ustadz supaya hidup sy lebih baik dr sekarang, terima kasih Wassalm

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: