Beranda > Mutiara Hati > IMAN DAN AMAL SHALEH

IMAN DAN AMAL SHALEH

Keimanan yang sebenarnya bukan semata-semata hayalan dan pikiran, bukan pula keyakinan dalam hati saja, akan tetapi ia adalah kepercayaan yang terpatri dalam hati yang diikuti dengan aksi berupa karya nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Keimanan pada diri setiap muslim tidak dapat dipisahkan dari amal shaleh (amal yang baik dan bermanfaat). Ulama sepakat mengatakan bahwa amal (perbuatan) adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keimanan, karena keimanan yang sempurna akan dapat diraih hanya jika dibarengi dengan amal yang nyata.

Rasulullah Saw.bersabda:

“Iman itu bukanlah harapan semata,  bukan pula perhiasan yang terlihat, akan tetapi ia  adalah sesuatu yang tertanam dalam hati dan direalisasikan dengan perbuatan” (HR. Ibnu Najjar dan Dailami)

Dalam al-Qur’an kata iman yang selalu disandingkan dengan amal (perbuatan) terhitung barjumlah 70 ayat antara lain:

Allah SWT. berfirman:

“Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan melakukan ‘amal shalih, saling menasehati dalam kebenaran dan dalam kesabaran”. (QS, al-‘Ashr: 1-3)

Allah SWT. berfirman:

“…Kecuali orang-orang yang beriman dan melakukan ‘amal shalih, bagi mereka ganjaran yang tak terhitung”, (QS, al-Tin: 6)

Allah SWT. berfirman: 

“Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal shalih itu adalah sebaik-baik hamba Allah”,(QS, al-Bayyinah: 7) dan lain sebagainya.

Ada dua rahasia mengapa Allah seringkali menyandingkan iman dan amal dalam al-Qur’an:

Pertama, Keimanan kepada Allah yang Esa merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Semua amal perbuatan yang dilakukan akan bermakna dan mendapatkan ganjaran pahala disisi Allah apabila dilandasi oleh keimanan.

Rasulullah Saw. Bersabda:

Dari Anas bin Malik Ra. Rasulullah Saw pernah bersabda: “Tidak seorangpun dari orang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman kemudian dimakan oleh burung, manusia, dan binatang kecuali semua itu adalah sadaqah” (HR.Bukhari)

Allah juga berfirman,

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih (perbuatan baik), bahwa mereka akan memperoleh taman surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”. (QS, al-Nahl: 97)

Kedua sebesar dan sebanyak apapun amal yang dilakukan oleh orang yang tidak beriman (kafir) baik untuk tujuan individu maupun social maka ia tidak akan berarti dan bermakna apa-apa dihadapan Allah SWT.

Allah menegaskan hal itu dalam firman-Nya:

“Dan kami hadapkan segala amal yang mereka (orang yang tidak beriman) kerjakan, lalu kami jadikan amal itu bagaikan debu yang berterbangan” (QS, al-Furqan: 23).

Jika keimanan itu telah kita miliki maka saying jika ia tidak kita sempurnakan dengan perbuatan baik yang bermanfaat buat diri kita, keluarga dan masyarakat. Dengan demikian hidup kita akan berarti dan bermakna bukan hanya dihadapan manusia akan tetapi juga dihadapan sang pencipta. Wallahu a’lam

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: